Fakta berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) tidak dapat dihindari oleh seluruh entitas dalam ekosistem bisnis, tidak terkecuali para akuntan. Peran dan fungsi seorang akuntan tidak hanya sebagai agen perubahan, namun juga menjadi pemimpin dan pencipta nilai akuntabilitas. Nilai-nilai yang terkandung dalam aspek akuntanbilitas inilah yang dibutuhkan secara mutlak oleh setiap bisnis. Perguruan tinggi memegang peranan penting dalam membentuk pribadi seorang akuntan yang memiliki akuntabilitas (attitude) sebagai kompetensi utama. Proses pendidikan di perguruan tinggi ini harus dijamin kualitasnya melalui instrumen sistem pengendalian yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana sistem pengendalian pada pendidikan akuntansi di lingkungan perguruan tinggi membentuk kompetensi seorang calon akuntan khususnya pada aspek attitude. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui assessment sebagai salah satu instrumen pengendalian, mahasiswa mengerti dan belajar menerapkan nilai-nilai seorang akuntan. Mahasiswa diarahkan untuk memiliki orientasi bagaimana mencapai kompetensi lulusan program studi akuntansi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan bahwa sistem pengendalian dalam proses pendidikan di perguruan tinggi diperlukan untuk membentuk profil lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi akuntan khususnya dalam aspek attitude.

Menu