Perpustakaan? Membosankan? Yakin?

Action, Romance, Horror, Thriller, Comedy, hingga documentary, manakah genre film kesukaanmu?. Kita terkadang akan mencari film yang sesuai dengan genre kita, tapi pernahkah kalian juga ingin untuk menonton film-film dengan latar tempat tertentu?. Terlepas dari genre film yang kita sukai atau tidak sukai, terkadang kita juga akan tetap menonton film tersebut karena film tersebut berlatar di suatu tempat yang kita inginkan. Sekolah contohnya, dengan adanya film yang berlatar di sekolah, maka biasanya kita akan menonton kehidupan para remaja entah itu horror, comedy, maupun genre lainnya. Nah, kali ini kita lihat bareng-bareng yuk beberapa film menarik yang berlatar di perpustakaan!.

Ketika kita mendengar kata perpustakaan, maka tidak jarang yang muncul di otak kita adalah film-film mengenai thriller atau sesuatu yang membosankan. Tapi tahukah kalian ada beberapa film terkenal yang juga menggunakan perpustakaan sebagai latarnya? Mari kita ulas bersama-sama ya!. Film pertama yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, yaitu John Wick 3. John Wick 3 merupakan film yang sudah sangat terkenal dengan keahlian John Wick itu sendiri dalam membalaskan dendam kepada musuh-musuhnya. Jika diperhatikan, kita bisa lihat bahwa ada scene dimana John Wick harus pergi ke perpustakaan, yaitu New York Public Library dan mengambil foto dia dengan istrinya sendiri yang telah ia simpan di salah satu buku di perpustakaan. Namun disaat ia hendak mencari buku tersebut, musuhnyapun datang dan menyerang dia. Scene di perpustakaan ini merupakan salah satu scene yang sangat digemari oleh fans John Wick sendiri karena perkelahian yang dilakukan John Wick tidak pernah menjadi pertarungan yang biasa saja. Bayangkan, ia melawan musuhnya yang besar hanya dengan buku yang dipegangnya. Menarik bukan? Kalau kalian belum nonton John Wick 3 ini, sebaiknya kalian segera nonton deh! asik banget! Apalagi buat kalian yang pecinta film action nih!.

Kedua, kali ini kita akan mengulas salah satu film yang dibintangi oleh Nicolas Cage sebagai pemeran utamanya. Yup, National Treasure 2: Book of Secrets yang telah dirilis pada tahun 2007 ini juga merupakan salah satu film yang berlatar di perpustakaan loh!. Film ini  menceritakan tentang petualangan Ben Gates (Nicolas Cage) untuk mencari clue dalam suatu buku rahasia milik presiden di salah satu perpustakaan terbesar dunia, Library of Conggress. Hal ini bertujuan untuk membersihkan nama keluarga Gates yang dituduh bersekongkol untuk membunuh Presiden Lincoln beberapa tahun sebelumnya. Tetapi tidak hanya itu, ternyata buku tersebut menyimpan rahasia harta karun didalamnya. Namun ada satu masalah yaitu musuh Ben yang terus mengikutinya untuk menemukan harta karun tersebut. Wah, menarik bukan? Percampuran antara film petualangan dan action tentu tidak akan pernah membosankan bukan?.

Ketiga, The Shawshank Redemption. Jika kalian pernah melihat film ini, pasti kalian tahu film ini memiliki esensi yang sangat luar biasa!. Bahkan rating yang diterima oleh film ini tidak main main, yaitu 9,3/10 di IMDB dan 91% di Rotten Tomatoes. Dalam film ini, Andy Dufesne yang merupakan satu-satunya pria yang tidak bersalah di penjara Shawshank, membuat sebuah perpustakaan. Dari film ini kita dapat melihat kegigihan dan ketulusan Andry Dufesne dalam tekadnya untuk membuat perpustakaan tersebut. Ia terus menerus mengirim surat permintaan sumbangan dana dari otoritas lokal namun terus ditolak. Hal ini membuktikan betapa gigihnya seorang pustakawan baik di film maupun di kehidupan nyata. Mungkin beberapa dari kalian menganggap film ini akan membosankan karena merupakan film yang diproduksi pada tahun 1994 dan memiliki durasi yang cukup panjang, tapi percayalah, film ini tidak mengecewakan loh!

Keempat, siapa sih yang tidak mengenal dongeng Beauty and the Beast? Kisah live actionnya ditampilkan di bioskop layar lebar dan sempat menjadi film nomor 1 di dunia pada 2017 lalu. Kisah yang menceritakan Belle dan Beast ini tidak hanya sebuah perjalanan tanpa pelajaran, ada pelajaran yang dapat kita ambil dari tokoh Belle yang diperankan Emma Watson ini. Di film ini Belle adalah seorang yang sangat gemar membaca dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.

Saat semua perempuan pada zaman itu sibuk mencari pasangan seorang kaya dan mempercantik diri dengan make up secara berlebihan. Sedangkan Belle sibuk membaca buku-bukunya dan berimajinasi tentang dunia luar dari buku yang dia baca. Sebagai perempuan, Belle menunjukkan memiliki pengetahuan bukan lagi sebuah pilihan, tapi keharusan. Tampak adegan Belle begitu antusias membaca buku ketika berada di sekitar perkampungannya maupun ketika berada di perpustakaan megah milik Beast.

Gimana? Sudah tahu mau nonton apa sekarang? Mulai dari genre cinta hingga pembunuhan ternyata banyak juga loh yang menggunakan latar perpustakaan! Jadi jangan selalu mempunyai stigma bahwa perpustakaan itu sesuatu yang membosankan yah teman! Selamat menonton!

 

DAFTAR PUSTAKA

Currant, Sarah. (2016, September 2). The 10 best librarians on screen. Bfi.org.uk. Diakses di https://www2.bfi.org.uk/news-opinion/news-bfi/lists/10-best-librarians-screen. Pada 17 October 2020.

Unknown. (1994, 14 October). The Shawshank Redemption. Imdb.com. Diakses di https://www.imdb.com/title/tt0111161/. Pada 17 October 2020.

Banyak di Perbincangkan, Apa Rahasia Gim Among Us?

Oleh Jesslyn Kyla Abianto (Mahasiswa CBZ)

 

Tahukah kamu bahwa tercatat 14% remaja di Indonesia mengalami kecanduan gim online. Hal ini menjadikan dunia gim online sudah tidak asing lagi bagi generasi millennial masa kini. Beberapa pekan ini Indonesia kembali digemparkan dengan satu gim online yaitu ‘Among Us’ yang menjadi viral dan telah memecahkan rekor unduhan terbanyak di perangkat mobile. Pada July 2020, tercatat hanya ada 2.4 juta unduhan yang kemudian melesat hingga 41,9 juta unduhan (hampir tujuh belas kali lipat) pada bulan September 2020. Berkat dipopulerkan oleh berbagai influencer dan streamer di Twitch dan YouTube, Among Us kini tidak hanya dinikmati oleh para pecinta gim online, namun juga mereka yang sebelumnya belum pernah bermain gim online. Tidak hanya di Indonesia, melainkan beberapa negara lainnya seperti Brasil dengan 16,6juta unduhan dan Amerika Serikat yang merupakan penyumbang unduhan paling banyak sebesar 20,5 juta. Namun tahukah kalian bahwa sebenarnya gim ‘Among Us’ ini sudah rilis sejak 2018 lalu yang kemudian dikembangkan oleh Innersloth hingga akhirnya menjadi populer sampai sekarang. Didukung juga karena adanya faktor pandemic covid-19 ini yang memaksa orang-orang untuk harus tetap mengurung diri dirumah. Tentunya banyak orang yang akan merasa bosan dan pada akhirnya mencari hiburan melalui gim online.

Sebenarnya apa sih yang membuat gim Among Us ini populer dikalangan masyarakat? Gim ini dirancang sangat simpel dan mudah dimainkan oleh berbagai kalangan masyarakat, sehingga mereka yang sebelumnya bukan pemain gim online pun bisa ikut menikmati gim ini. Ditambah lagi dengan keseruan yang dapat dinikmati bersama dengan teman-teman maupun dengan orang yang tidak dikenal dalam cakup ruang yang cukup banyak yaitu 10 orang. Cara bermainnya pun cukup mudah untuk dimengerti, yaitu disetiap 10 orang yang berada di satu ruangan pasti akan ada 1-3 orang yang akan menjadi impostor/penipu. Tugas sang impostor itupun adalah untuk membunuh dan melakukan sabotase sistem yang ada di dalam game tersebut. Tetapi dilain sisi, pemain biasa atau yang disebut Crewmate harus menyelesaikan misi mereka untuk memenangkan gim tanpa terbunuh oleh sang impostor. Sama halnya dengan permainan gim werewolf, para Crewmate juga mendapat kesempatan untuk melaporkan dan menunjuk siapa yang kira-kira mereka curigai sebagai impostor untuk di bunuh. Cukup menarik bukan? Apalagi jika dinikmati dengan teman-teman terdekat dan perdebatan biasanya dilakukan secara daring melalui media yang ada. Bagi kalian yang mau menikmati gim ini, pastikan kalian sudah terlatih mental untuk saling beradu mulut dengan pemain lain yah!

Sudah tidak asing lagi bagi kalangan remaja untuk mendengar keluhan atau kritikan dari para orangtua yang menganggap gim online sebagai sesuatu hal yang buruk. Internet memang sudah dari dahulu menjadi suatu hal yang kontroversial, khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan banyak orangtua yang mengaku bahwa anak-anaknya lebih banyak meluangkan waktu didepan perangkat mobile mereka sendiri dibanding dengan bersosialisasi langsung dengan teman-teman di dunia nyata. Sama halnya dengan berita-berita yang ikut bermunculan seturut dengan viralnya gim Among Us ini. Banyak desas-desus yang bermunculan mulai dari berita dengan judul yang cukup mengagetkan seperti “Kesal Karena Difitnah Terus di Game Among Us, Teman Satu Kos Dibunuh” hingga pelajar SMA yang dikabarkan cekcok hingga hampir tawuran karena gim Among Us. Namun setelah ditelusuri, ternyata berbagai berita tersebut adalah palsu atau HOAX yang dibuat oleh orang iseng sebagai meme saja. Jadi jangan cepat mengambil keputusan dan percaya pada suatu screenshot berita sebelum di cari tahu terlebih dahulu kebenarannya ya guys! Walau banyak yang menganggap gim Among Us ini serius karena dianggap mengajarkan berbohong dan memfitnah, namun sebenarnya kalau dilihat lebih dalam lagi, permainan ini juga ada positifnya loh! Selain mendekatkan relasi antar teman, gim ini juga bisa dibuat ajang untuk berkenalan dengan teman-teman baru diluar zona nyaman kalian loh. Banyak dari mereka yang akhirnya membuat suatu komunitas terbuka khusus untuk bermain gim Among Us dan akhirnya mendapat banyak relasi dari berbagai kota.

Pada akhirnya, hal yang bisa kita petik dari fenomena ini ialah untuk selalu melihat sesuatu pada hal positifnya saja. Bermain sewajarnya, sebab terlalu banyak bermain juga tidak baik untuk kesehatan baik mental ataupun jasmani kalian. Terlebih untuk gim Among Us yang mengharuskan kalian untuk saling menuduh, ada baiknya jika sifat berbohong dan tuduh-menuduh itu tetap untuk saat kalian bermain gim Among Us saja yah guys! Tetap bermain fairplay and enjoy the game!

 

Daftar Pustaka

Sumardi, Edi (2020, September 19). Cara Main, Betulkah ‘Kesal Karena Difitnah Terus di Game Among Us Teman Kosan Dibunuh’? Cek Fakta. Makassar.Tribunnews.com. Diakses dari https://makassar.tribunnews.com/2020/09/19/cara-main-betulkah-kesal-karena-difitnah-terus-di-game-among-us-teman-kosan-dibunuh-cek-fakta?page=4. 28 September 2020.

Gandhi, Frans (2020, September 23). Pecahkan Rekor, Berikut Fakta Game Among Us. Indobalinews.com. Diakses dari https://indobalinews.pikiran-rakyat.com/teknologi/pr-88764804/pecahkan-rekor-berikut-fakta-game-among-us?page=2. 28 September 2020.

Mediablitar (2020, September 28). Inilah Deretan Fakta Game Among Us, Berhasil Catat Rekor Pengunduhan Game Terbanyak Bulan September. Diakses dari https://mediablitar.pikiran-rakyat.com/teknologi/pr-32782167/inilah-deretan-fakta-game-among-us-berhasil-catat-rekor-pengunduhan-game-terbanyak-bulan-september?page=2. 29 September 2020.

Suci (2020, September 17). Cara Main Game Among Us, Saling Tuduh hingga Saling Makan Teman untuk Bunuh Impostors Jahat. Jambi.Tribunnews.com. Diakses dari https://jambi.tribunnews.com/2020/09/17/cara-main-game-among-us-saling-tuduh-hingga-saling-makan-teman-utnuk-bunuh-impostors-jahat?page=all. 29 September 2020

Anon (2020, September 22). Benarkah Among Us diblokir Kominfo Indonesia? Ini Faktanya!. Dailyspin.id. Diakses dari https://dailyspin.id/esports/other-esports/benarkah-among-us-diblokir-kominfo-indonesia-ini-faktanya/. 29 September 2020.

The Power of Eneagram: Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia Secara Mudah dan Menyenangkan

Kalo Introvert dan Ekstrovert, kamu pasti udah tau kan?? 😉

Nah kalo kepribadian menurut Eneagram udah pada tau belum? Eneagram adalah metode pemahaman tipe-tipe kepribadiansecara ringan dan menyenangkan bagi semua kalangan. Melalui buku Eneagram karya Renee Baron & Elizabet Wagele ini manusia memiliki 9 tipe kepribadian loh. Berikut tipe-tipenya:

 

Tipe Perfeksionis: orang dengan tipe ini susah menerima kegagalan meskipun tidak disengaja. Orang tipe ini punya standar tinggi dalam hidupnya, sangat teliti. Biasanya orang dengan tipe perfeksionis ini sering di percaya menjadi seorang pemimpin.

Tipe Penolong: orang dengan tipe ini biasanya sangat baik, murah hati dan suka menolong. Kadang juga orang dengan tipe ini susah untuk berkata tidak ketika ada orang yang meminta tolong.

Tipe Pemburu Prestasi: orang dengan tipe ini biasanya memilik ambisi yang sangat besar untuk bisa meraih kesuksesan dan sangat menghindari kegagalan. Orang yang penuh dengan semangat dan optimis bahwa semua tantangan dapat dihadapi.

Tipe Romantis: Orang dengan tipe romantis ini biasanya lebih individualis. Sering tenggelam dalam perasaannya sendiri dan sering berpikir bahwa tidak ada yang bisa memahami perasaannya.

Tipe Pengamat: tipe pengamat ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan sesuatu hal. Orang dengan tipe ini akan berlagak seperti seorang detektif, karena orang dengan tipe ini akan mengumpulkan berbagai data atau cerita untuk mendapat jawaban.

Tipe Pencemas: Tipe kepribadian ini biasanya selalu menginginkan hidup yang aman. Ia akan merasa cemas jika tidak bisa mengontrol segala hal yang terjadi di hidupnya. Orang dengan tipe ini juga susah untuk percaya dengan orang lain.

Tipe Petualang: orang dengan tipe kepribadian ini biasanya sangat aktif dan memiliki energi yang menggebu-gebu. Mudah bosan dengan suatu aktifitas yang berulang dan selalu ingin mencoba tantangan yang baru.

Tipe Pejuang: Tipe Pejuang ini adalah orang yang gigih dan pantang menyerah dengan keadaan. Orang yang bisa mengendalikan dirinya dan tidak suka jika orang lain melihatnya lemah.

Tipe Pendamai: Orang dengan tipe ini akan menghindari konflik yang terjadi. Ia akan menjaga dirinya untuk tidak masuk dalam sebuah konflik dan selalu berusaha mengambil jalan tengah untuk menjaga perasaan orang lain.

 

Nah, gimana teman-teman, setelah kalian mengetahui dan membaca 9 kepribadian menurut buku Eneagram, kalian sudah tahu belum kalian memiliki tipe kepribadian apa?

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai 9 kepribadian ini, kalian bisa baca bukunya secara langsung yang tersedia di uc library di Call No. 155.264 BAR e

Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya?

Oleh Jesslyn Kyla Abianto (Mahasiswa CBZ)

Budaya Indonesia tidak akan pernah lepas dari yang namanya batik. Batik yang sudah menjadi identitas dari Indonesia itu sendiri ternyata memiliki sejarah yang masih harus dipertanyakan asal mulanya. Namun secara historis, batik sudah ada dari zaman nenek moyang kita pada zaman Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan adanya relief Candi Penataran yang menggunakan kain kain Panjang dengan motif batik. Tidak hanya itu, namun batik juga ditemukan di relief Candi Borobudur yang yang dibangun di abad ke-9. Batik ini awalnya digunakan hanya untuk memperindah tulisan-tulisan naskah pada daun lontar. Namun seiring berkembangnya interaksi budaya antara Indonesia dan bangsa asing, maka batik mulai dikenal pada kain. Sejak saat itu, batikpun mulai berkembang pesat di setiap daerah, khususnya Pulau Jawa untuk juga menyalurkan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang beragam. Pada akhir abad ke-19, bahan-bahan dasar yang dipakai seperti kain mori putih dan warna-warna di lingkungan sekitar seperti mengkudu, nila tom, soga jambal, dsb. Namun setelah Perang Dunia pertama, bahan pewarna kimiapun mulai digunakan dan batik mulai diperjualkan. Dimualai dari ini, akhirnya batik sudah berkembang pesat dan makin dikenal sampai era ini.

Batik tidak hanya menjadi identitas budaya Indonesia, namun batik juga sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage atau warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Hal ini cukup mengagumkan karena batik merupakan 1 1 nya budaya warisan yang tercatat dan dikenal mendunia oleh UNESCO, sedangkan China telah menyumbang 21 budaya warisan dan Jepang 13 warisan. Namun dibalik pengakuan warisan budaya oleh UNESCO, ternyata sebelumnya Indonesia mengalami kasus ‘perebutan’ warisan budaya dengan Malaysia. Saat itu, Malaysia mengklaim bahwa batik juga sudah ada dari saat mereka kecil. Namun hal ini tidak dapat dipastikan kebenarannya karena seperti yang kita tahu, batik yang sudah ada dari zaman nenek moyang kita itu mengalami penyebaran baik dari jalur perdagangan, jalur penyebaran agama Islam, dll. Jadi tidak heran jika batik ikut terbawa dari satu bangsa ke bangsa lainnya dan terus dipopulerkan.

Tanggal 2 Oktober sudah dipopulerkan menjadi Hari Batik Nasional, sehingga tidak heran bahwa setiap tanggal itu baik para pekerja, atau murid-murid biasanya disuruh untuk menggunakan kain batik. Namun apasih sebenarnya arti batik itu sendiri? Kata batik itu berasal dari Bahasa Jawa yang berarti “amba” atau titik. Kenapa titik? Karena teknik membuat motif batik diatas kain dengan canting yang berujung kecil itu memberi kesan seolah-olah orang sedang menulis titik-titik. Biasanya, bahan yang digunakan juga berupa malam / lilin yang diaplikasikan diatas kain sehingga menahan bahan pewarna yang ada. Ada juga yang mengatakan bahwa awal mulanya mereka menggunakan kain simbut dari Banten dan bubur nasi sebagai penahan warna. Namun karena sayap industrial yang mulai berkembang pesat, juga mengharuskan adanya perkembangan pada cara pembuatan batik itu sendiri. Adanya permintaan yang menumpuk terhadap batik itu sendiri, akhirnya dibutuhkan proses yang lebih cepat dan harga yang lebih murah dibanding batik tulis asli. Hingga sekarang, banyak kita temukan batik dengan teknik otomatisasi atau juga disebut sebagai batik printing. Tidak hanya dari prosesnya saja, namun kain-kain batik juga kini sudah bisa dilihat dengan model-model baru yang sudah semakin modern.

Terlepas dari bagaimana cara pembuatannya, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai budaya itu sendiri ya teman-teman! Seperti kata Nelson Mandela, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya, Indonesia layak disebut bangsa yang berbudaya”. Budaya yang sudah diwariskan turun temurun hingga menjadi identitas Bangsa Indonesia hingga saat ini patut dijaga dan sudah seharusnya warga Indonesia bangga terhadap hal itu. Jadi jangan lupa untuk selalu melestarikan budaya Indonesia yah teman-teman!. Apalagi dengan adanya modernisasi pada kain Batik, tentunya anak muda hingga seluruh kalangan masyarakat Indonesia tidak segan untuk menggunakannya!

Daftar Pustaka

Dzulfaroh, Ahmad (2020, October 2). Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Sejarah di Balik Penetapannya. Kompas.com. Diakses di https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/02/071000065/hari-batik-nasional-2-oktober-ini-sejarah-di-balik-penetapannya?page=all. 2 Oktober 2020.

Azanella, Luthfia (2020, December 12). Batik Diklaim China, 2009 UNESCO Catat sebagai Warisan Budaya Indonesia. Kompas.com. Diakses di https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/12/204000265/batik-diklaim-china-2009-unesco-catat-sebagai-warisan-budaya-indonesia?page=2. 2 Oktober 2020.

Anonimus (2019, Maret 16). MENGENAL BATIK DI ZAMAN MAJAPAHIT. Surabayastory.com. Diakses di https://surabayastory.com/2019/03/16/mengenal-batik-di-zaman-majapahit/. 2 Oktober 2020.

Anonimus (2019, Oktober 2). Di Balik Hari Batik Nasional: Diklaim Malaysia sampai Dipatenkan UNESCO. Diakses di https://www.inibaru.id/hits/di-balik-hari-batik-nasional-diklaim-malaysia-sampai-dipatenkan-unesco. 2 Oktober 2020.

Kustiyah, Iskandar (2017, Januari). Batik Sebagai Identitas Kultural Bangsa Indonesia Di Era Globalisasi. Neliti.com. Diakses di https://www.neliti.com/publications/62476/batik-sebagai-identitas-kultural-bangsa-indonesia-di-era-globalisasi. 3 Oktober 2020.

 

New Collection – October 2020

Populasi orang yang suka membaca buku turun drastis pada generasi ini, apa lagi berkunjung di perpustakaan dengan tujuan membaca buku. Sebagian besar dari mereka berkunjung di perpustakaan untuk menikmati fasilitas wifi gratis dan tempat nongkrong yang adem. Namun apakah benar perpustakaan dan koleksi buku di dalamnya tidak bisa memberikan ‘dampak’ apa-apa bagi kita kaum millennial?

Sebetulnya Perpustakaan adalah ‘Sarang Ide Kreatif’. Tempat yang sunyi dan memiliki berbagai koleksi buku menjadikan perpustakaan tempat yang tepat untuk membuahkan ide-ide kreatif. Bila kamu seorang calon entrepreneur dan sedang brainstorming mencari cara untuk membuat startup-mu berjalan, dan membutuhkan ide kreatif untuknya, perpustakaan bisa jadi tempat kamu menemukan hal tersebut.

Berbagai buku di perpustakaan bisa kamu jadikan sumber ide kreatifmu. Bahkan, informasi terkecil sekalipun dari buku-buku itu tentunya dapat membantumu mengemas ide kreatifmu dalam karya kreatifmu. Berbagai sumber ide itu akan sangat bisa kamu ubah menjadi ide kreatif originalmu dengan suasana sunyi dan nyaman perpustakaan. Kesunyian itu akan membantu otak kamu bekerja merumuskan ide-ide kreatif. Bahkan, ketika otakmu cukup fokus, segala keadaan yang ada di perpustakaan akan memicu ide kreatifmu.

Berbagai manfaat perpustakaan itu bisa kamu rasakan bila kamu sering berkunjung dan membaca buku di perpustakaan dan jangan kuatir karena UC Library merupakan tempat yang tepat bagi kamu calon entrepreneur UC. Didukung tempat yang nyaman, di sini terdapat berbagai macam koleksi buku bacaan mulai dari entrepreneur, inovasi, kreativitas, manajemen, psikologi, desain, sampai majalah juga ada.

Jangan kuatir! Selama masa pembelajaran online Perpustakaaan tetap melayani kalian para UC People. Perpustakaan buka secara terbatas dengan jam layanan sebagai berikut:

Jam Buka Perpustakaan:

o   Senin – Jumat: 07.30 – 16.30 WIB

o   Sabtu: TUTUP

Perpustakaan hanya membuka layanan baca di tempat khusus koleksi Tugas Akhir/Skripsi/Thesis, sirkulasi peminjaman, perpanjangan, dan pengembalian koleksi buku khusus bagi sivitas akademika yang sedang mengerjakan Tugas Akhir/Skripsi/Thesis, dan tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan Universitas Ciputra Surabaya.

Bagi pengunjung Perpustakaan, mulai 14 September 2020 sebelum berkunjung harap mengisi Google Form berikut: bit.ly/visituclib

Dalam 1 hari akan dibagi 2 sesi jam kunjungan, sesi 1: Pkl 07.30-11.30 WIB, sesi 2: Pkl 12.30-16.30 WIB, dan per sesi maksimal kuota 20 pengunjung.

Berikut daftar koleksi buku terbaru UC Library. Happy reading 🙂

Silahkan klik disini

Keep Moving Forward | An interview with Kevin, Viona, dan Andrea

Mahasiswa PSY UC Kembali lagi memberikan kabar baik. Prestasi kali ini datang dari 3 orang mahasiswa rajin yang juga aktif di berbagai organisasi kampus. Mereka adalah Kevin Lui (PSY UC 2018), Viona Wijaya (PSY UC 2018) dan Andrea Dean (PSY UC 2019). Dalam lomba kali ini, mereka berhasil meraih juara 1 lomba debat di Psychology Village 11 tahun 2020. Lomba Psychology Village 11 adalah kompetisi debat mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 Maret di Universitas Pelita Harapan Jakarta. Psychology Village 11 tahun 2020 ini mengangkat tema tentang psikologi sosial.

UC Library dapat kesempatan untuk berbincang dengan mereka tentang prestasi yang mereka dapat dan bagaimana peran UC Library untuk dapat memfasilitasi mereka dalam kompetisi debat yang mereka ikuti. Penasaran? Lets check it out!

 

  1. Bantuan seperti apasih yang kalian dapatkan dari UC Library ketika kalian mempersiapkan lomba? (bisa seputar buku-buku/literature yang dipakai, suasana tempat buat belajar)

Kevin:  bantuan yang aku dapatkan dari library itu, pertama, adanya koleksi buku-buku psikologi yang lengkap. Kedua, tersedianya skripsi-skripsi dari kakak kelas. Nah, semuanya itu kebetulan sesuai dengan tema lomba kami, jadi sangat terbantu dengan adanya koleksi yang tersedia di library.

Viona: bantuan yang aku dapatkan yang pastinya buku-buku yang ada di library ini menurutku yang paling membantu kami. Terus adanya skripsi dan jurnal yang tersedia sangat banyak itu juga sangat membantu kami dalam belajar  sesuai dengan tema lomba. Terakhir, suasananya sih, diluar ataupun di dalam, suasana library itu sangat nyaman buat belajar dan latihan lomba.

Andrea: bantuan yang aku dapat itu pertama dari buku-bukunya menurutku lengkap ya, terus juga sesuai dengan tema kita, jadi bisa membantu sekali gitu. Kedua, lokasi library yang cukup nyaman gitu buat belajar dan latihan bareng teman-teman yang lain.

 

  1. Apa efek buku-buku yang sudah kalian gunakan sebagai literature selama kalian mengikuti lomba Psychology Village?

Kevin: banyak banget sih kalo efeknya. Di lomba debat kemarin, kami nggak di kasih tau kami akan mendebatkan apa, kami hanya diberikan tema besarnya. Tapi karna di perpus bukunya lengkap ya, terutama tentang perkembangan manusia, jadi pas persiapan kami sangat terbantu. Kami bisa baca, terus catat-catat dari buku dan banyak hal sih. Intinya sangat membantu sekali buku yang ada di library.

Viona: efeknya sih kami jadi lebih banyak tau tentang teori-teori yang berhubungan sama lomba dan temanya. Terus juga bisa membuka pikiran kita lagi mengenai sesuatu yang berhubungan dengan lomba karna banyaknya referensi yang kami baca. Jadi kami bisa punya banyak pandangan gitu pas di arena debat.

Andrea: besar sih efeknya buku-buku yang ada di library ini. kami bisa pinjam banyak, terus kami bisa baca-baca secara langsung, terus catat hal-hal yang penting gitu dari buku yang kami pinjam. Terus pas lomba hari H, catatan dan semua yang kami tulis dari buku di library ini sangat berguna banget bagi kami, gitu sih. Terus kalo nggak ada buku di library juga kami mungkin akan kesusahan gitu mau cari buku dimana, nah itu mungkin kami akan kesusahan juga mau belajar.

 

  1. Apa yang akan kalian alami jika tidak di perlengkapi buku-buku dari library?

            Kevin: kalo aku, kalo nda ada buku di library mungkin aku nggak bisa punya percaya diri yang tinggi, kenapa, ya karna aku nggak punya sumber data yang valid untuk aku sampaikan ketika di hari H lomba. Tapi kalo ada buku dari library, aku justru lebih percaya diri, ya karena aku punya sumber yang benar dan valid, yaitu buku yang kami baca.

Viona: dengan adanya buku yang disediakan dan di pinjam di library, kami jadi punya sumber yang valid gitu sih. Nah kalo nda ada buku di library mungkin kita nggak akan punya sumber yang valid buat hari H gitu sih.

Andrea: yang pasti, kalo nggak ada buku dari library, kami nggak bisa punya sumber yang pasti. Karena kalo cari di internet, itu banyak sekali sumber yang nggak pasti dan nggak valid gitu sih. Jadi dengan adanya buku ini aku jadi punya sumber yang pasti dan valid.

 

  1. Apa suka dukanya kalian mengikuti lomba? (tentang perjuangan kalian dan usaha yang kalian lakukan)

Kevin: sukanya, yang pasti pertama sih merasa senang, karena setiap perjuangan kita, usaha kita, belajar kita bisa terbayarkan dengan bisa jadi juara 1 di lomba itu, jadi merasa terbayarkan.  Terus kemampuan ku bisa bertambah dari ketemu kakak mentor, dari belajar, dari latihan itu aku jadi bisa belajar lebih banyak lagi gitu. Terus yang ketiga, aku bisa belajar juga dari tim jurusan lain yang juga ikut lomba, jadi bisa saling tukar pikiran. Nah kalo dukanya, yang pasti pertama itu waktu yang dihabiskan untuk belajar itu lebih banyak lagi, harus lembur, harus latihan lagi setiap hari, belum lagi tugas-tugas kuliah ini juga banyak,  jadi lomba ini cukup banyak menyita waktu kita. belum lagi ada organisasi yang kita ikutin juga, belum lagi waktu sama hal-hal yang lain, jadi susah gitu dalam membagi waktunya.   Terus waktu di Jakarta, waktu lomba, kebetulan kami juga dapat tempat tinggal yang menurut kami gak sesuai dengan kenyataan dan nggak membuat kami nyaman, tapi karena kami sudah bayar, jadi kami ya mau nggak mau akhirnya tinggal disitu.

            Viona: Sukanya yang pasti banyak sih, yang pasti ya seneng itu karena kita bisa juara 1, jadi merasa terbayarkan usaha yang selama ini sudah kita lakukan. Terus kalo dukanya sendiri, tim satunya nggak bisa berangkat karena ada masalah, jadi akhirnya Cuma 1 tim aja yang berangkat. Terus yang terakhir, karena lomba ini cukup banyak menyita waktu, jadi aku sampai kesusahan dalam membagi waktu antara tugas dan lomba, nah akhirnya, aku ada 2 mata kuliah yang aku dapat nilai jelek karena aku nggak bisa membagi waktu.

Andrea: kalo sukanya, aku bisa belajar banyak banget dari lomba ini, apalagi ini kan lomba pertama kali ku gitu ya. Terus juga aku di tim angkatan 2019 sendiri, yang lain itu 2018, jadi aku bisa belajar banyak gitu dari mereka buat lomba kedepannya. Terus yang jadi mentor kita selama lomba, itu aku juga bisa belajar banyak dari mereka gitu. Menurutku pengalaman yang keren sih gitu. Nah kalo dukanya, pertama, karena tim satunya nggak bisa ikut karena ada problem, jadi cuma tim kita yang berangkat.

 

  1. Apa target kalian berikutnya?

Kevin: yang pasti, tetap mau ikut lomba-lomba debat berikutnya selama aku masih bisa menyeimbangkan tanggung jawabku antara organisasi dan tugas kuliah, gitu sih.

Viona: harapanku, kalo ada lomba debat lagi, aku mau ikut lagi untuk mengasah kemampuanku lebih lagi dan belajar lagi. Selain itu, mungkin kedepannya kalo ada kesempatan lain lagi gitu, mau mencoba untuk ikut lomba yang lainnya gitu selain debat.

            Andrea: harapan kedepannya sih yang pasti bisa ikut lomba lagi di semester berikutnya. Bisa belajar lagi sama yang lain gitu sih.

 

  1. Apa nih tips dan trik buat adik-adik yang juga ingin berprestasi ikut lomba seperti kalian?

Kevin: yang pasti harus punya tujuan dan komitmen sih. Karna dua hal itu yang akan membuat kita jadi jelas gitu apa maksud kita ikut lomba. Terus harus siap dengan namanya bayar harga sih. Entah bayar harga dalam waktu atau hal yang lain, intinya harus mau untuk berkorban dan bayar harga.  Terus kalo masalah kerja sama dalam tim, nah mungkin yang harus dilakukan terlebih dahulu supaya bisa jalan bareng itu adalah bonding. Dengan adanya bonding, kita jadi mengenal satu sama lain, kita jadi mengerti model atau metode belajarnya seperti apa teman kita. Selain itu, bonding juga membuat kita jadi bisa lebih terbuka satu sama lainnya. Kalo mau negur kita jadi nggak sungkan dan bisa memahami bahwa teguran yang disampaikan itu untuk tujuan yang baik. Terus  jangan pernah takut untuk salah, jangan pernah takut untuk mencoba. Nah terus sebelum lomba, kita juga harus banyak membaca, entah itu berita, entah itu kasus atau apapun yang intinya berhubungan dengan tema lomba kita. Itu supaya menambah wawasan kita ketika nanti lomba berlangsung. Lalu gunakan juga fasilitas di UC yang sudah disediakan, misalnya library dan koleksinya baik secara buku fisik atau jurnal, terus dosen-dosen yang mungkin bisa menjadi pembimbing kita atau kakak kelas gitu. Yang terakhir, jangan merasa takut, karena takut itu wajar dan semua orang mengalami, jadi terus mencoba.

Viona: kalo dari aku, pertama yang pasti sih tentuin tujuan kalian apa dalam ikut lomba ini. Tujuan ini gunanya supaya kita ada motivasi ketika kita menjalani proses sebelum lomba hingga lombanya. Terus adanya tujuan ini juga bakal menumbuhkan perilaku disiplin diri, jadi otomatis kita akan langsung bisa atur waktu kita dan tanggung jawab yang lain gitu.  Terus kedekatan satu sama lain di dalam tim itu juga penting sih, karena dengan kedekatan kita bisa kenal satu sama lain. Nah terus untuk strategi belajarnya ketika lomba, kita harus banyak ingin tahu tentang sesuatu hal yang sesuai dengan tema. Dengan banyak rasa ingin tahu, kita kan pasti ada keinginan untuk belajar, atau mencari tau kenapa hal itu terjadi. Yang terakhir, jangan pernah takut aja. Karena kita harus selalu mencoba terus. Gagal pun tidak akan membuat kita rugi, justru kita punya pengalaman yang baru untuk bisa lebih baik lagi kedepannya

Andrea: kalo dari aku sih jangan takut mencoba gitu sih, meskipun kalian belum pernah gitu ya, tapi gpp, tetap aja mencoba, tetap jalan.  Takut itu juga nggak selalu negatif, karena rasa takut yang ada, mungkin kita justru jadi lebih persiapan gitu mungkin. Selama kalian punya niat juga, dan kalian punya keinginan untuk belajar, menurutku itu sudah modal untuk kalian harus berani mencoba. Terus kita juga harus cari referensi di luar gitu ya, bisa seperti kasus, atau teori lain yang mungkin tidak berhubungan secara langsung dengan topik tapi ada kemungkinan bisa menjadi pendukung argumen atau membuat kita punya pandangan lain gitu. Intinya banyak membaca, banyak mencari referensi, jangan puas dengan apa yang sudah kalian ketahui. Karena di hari H lomba kita tidak tau apakah yang dibahas itu hanya seputar topik atau bisa jadi ada hal diluar topik.

 

 

Why Airbnb & Airy Rooms Fell From Successful Startup to Crisis Mode?

Oleh: Yohanes Yus Kristian (Mahasiswa PSY UC)

 

Tahun 2020, menjadi tahun yang tidak terduga bagi semua orang. Adanya wabah baru, COVID-19 yang menyerang seluruh bagian di bumi, telah mengubah tatanan sosial yang ada di dunia. Semua sektor terdampak dengan adanya pandemi yang diduga berasal dari China ini. Krisis pun mulai di alami dan dirasakan oleh semua kalangan. Dalam hal ini, salah satu faktor yang banyak mengalami dampak dari adanya pandemi adalah sektor wisata (Mutiah, 2020). Pandemi COVID-19 yang penularannya sangat cepat, memaksa seluruh sektor wisata yang ada di dunia harus di tutup. Sebab, sektor wisata adalah tempat banyak orang dari berbagai kalangan berkumpul, sehingga pemerintah memerintahkan seluruh sektor wisata ditutup sementara (Mutiah, 2020).

Adanya penutupan sektor wisata ini tidak hanya berdampak pada mereka yang memiliki atau bekerja di tempat wisata. Namun, bisnis yang menggantungkan labanya dari sektor pariwisata juga mengalami dampak dari adanya penutupan tempat wisata. Dalam hal ini, bisnis yang dimaksud adalah layanan online yang menyediakan jasa sewa penginapan seperti rumah atau apartemen (Safitri, 2020). Layanan online yang menyediakan jasa sewa penginapan ini biasanya menjadi pilihan tempat istirahat bagi orang-orang yang sedang bepergian ke suatu tempat wisata.  Kemudahan dalam proses pemesanan juga menjadi daya tarik bagi orang yang ingin bepergian jauh. Namun, dengan adanya penutupan tempat wisata karena adanya pandemi ini membuat layanan tersebut mulai mengalami penurunan hingga akhirnya tutup. Hal ini disebabkan tidak adanya orang yang bepergian jauh karena himbauan dari pemerintah untuk melakukan social distancing (Purnamasari, 2020).

Airbnb, perusahaan penyedia layanan jasa sewa rumah pertama dan terbesar di dunia ini juga mengalami dampak karena adanya pandemi ini. Airbnb yang di pimpin oleh Brian Chessky ini, sebelum pandemi menyerang, menjadi perusahaan penyedia layanan jasa sewa rumah yang sangat sukses dan meraup untuk banyak sekali. Sejak di rintis tahun 2008 hingga tahun 2017, omset Airbnb mengalami peningkatan pesat hingga meraup keuntungan 30 milliar (Kristo, 2017). Tidak hanya itu, naiknya omset Airbnb ini juga membuat naiknya jumlah karyawan yang bekerja. Ribuan karyawan dan ratusan penginapan tersebar di 65 ribu kota di hampir seluruh dunia (Kristo, 2017). Pertumbuhan perusahaan Airbnb yang sangat pesat, menarik perhatian para investor untuk mau menginvestasikan uangnya ke perusahaan Airbnb. Banyak investor yang akhirnya mempercayakan sahamnya kepada perusahaan Airbnb pada waktu itu (Anestia, 2016). Kejayaan yang dirasakan waktu itu, akhirnya Airbnb membangun sebuah kantor pusat di San Fransisco dengan ribuan karyawan yang bekerja di kantor tersebut (Istimewa, 2018). Melihat hal itu, hingga tahun 2019 awal, perusahaan Airbnb masih menjadi perusahaan terbesar di bidang layanan penyedia jasa penginapan.

Namun tak di sangka, setahun setelah masa kejayaan karena banyaknya investor yang melakukan investasi di perusahaannya, Airbnb harus mengalami suatu tragedi. Tepatnya pada bulan Oktober tahun 2019, terjadi penembakan pada 5 orang hingga tewas di rumah sewaan Airbnb (Augesti, 2019). Akibat tragedi tersebut, Airbnb mengalami banyak kecaman dari berbagai pihak untuk meninjau ulang mengenai aturan sewa penginapan. Bukan hanya kecaman dari berbagai pihak, tetapi Airbnb juga mengalami penurunan omset yang cukup banyak  hingga menyebabkan kerugian. Akhirnya, untuk dapat mengatasi kecaman yang diterima dan meningkatkan omset yang sempat turun, pihak Airbnb akan berkomitmen untuk memperbaiki layanannya di awal tahun 2020 (Augesti, 2020).

Berharap bisa bangkit dan mengembalikan keadaan seperti sebelum tragedi, ternyata tak di duga masalah baru mulai menghadang. Pertengahan Januari 2020, situs berita CNN dunia menyampaikan bahwa virus berbahaya di temukan di China. Dengan adanya kasus tersebut, China mulai menutup dan melarang adanya perjalanan wisata baik dalam atau luar negeri (Firdaus, 2020). Pada waktu itu, tidak ada yang mengira bahwa virus tersebut akan menjadi pandemi dunia, sehingga Airbnb sendiri belum merasa terdampak dengan kasus tersebut. Namun, tak lama kemudian, tepatnya pada bulan Maret 2020, presiden Donald Trump mengumumkan bahwa akan menutup dan menghentikan aktivitas di sektor pariwisata (Nugroho, 2020).

Mengetahui bahwa penyebaran COVID-19 semakin meluas, Airbnb mulai merasakan dampaknya. Sebab, banyak tempat wisata di berbagai belahan dunia mulai ditutup dan dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Dengan adanya hal itu, Airbnb mengalami kerugian omset hingga 2 miliar dolar, karena adanya krisis tersebut (Fadila, 2020). Puncaknya adalah pada bulan Mei lalu, Brian Chessky mengumumkan bahwa karena adanya krisis maka perusahaan harus memberhentikan 1900 karyawannya dari total 7500 karyawan perusahaannya (Intan, 2020). Chessky juga menambahkan bahwa dirinya tidak akan mampu memastikan sampai kapan perusahaannya ini akan tetap mampu bertahan di tengah krisis pandemi seperti ini, sebab hingga sekarang sektor pariwisata masih menjadi salah satu sektor yang terdampak dengan adanya pandemi ini, sehingga dirinya menyebutkan bahwa tidak dapat memprediksi sampai kapan perusahaannya dapat bertahan. Namun, dirinya menyebutkan bahwa perusahaannya akan mencoba bertahan dan beradaptasi dengan sebagian karyawan dan aset yang dimilikinya (Intan, 2020).

Di Indonesia sendiri, perusahaan penyedia layanan jasa sewa penginapan juga mengalami dampak yang hampir sama dengan yang dialami perusahaan Airbnb. Salah satu penyedia layanan tersebut adalah Airy Rooms.  Airy Rooms yang didirikan pertama kali tahun 2015 oleh Danny Handoko dan Samsu Sempena ini juga mengalami nasib yang sama dengan Airbnb (KumparanTech, 2020). Sebelum adanya wabah pandemi di Indonesia, Airy Rooms menjadi salah satu layanan penyedia jasa yang sangat di gandrungi oleh para traveler. Harga yang cukup murah dengan kualitas yang bisa memenuhi kebutuhan traveler, menjadi kelebihan dari Airy Rooms (Tessar, 2018). Melihat hal itu, sebuah perusahaan travel besar yaitu Traveloka akhirnya menggandeng Airy Rooms untuk menjadi salah satu mitranya. Kerjasama yang dilakukan dengan Traveloka semakin membawa nama Airy Rooms dikenal oleh kalangan luas (Yusra, 2016). Sejak di bangun tahun 2015, Airy Rooms terus menjadi pilihan favorit bagi para wisatawan yang ingin pergi ke tempat wisata. Dengan semakin berkembangnya Airy Rooms, akhirnya Airy Rooms juga menambah layanan pesan tiket pesawat di dalam layanannya (Advertorial, 2017). Hal itu semakin menunjukkan bahwa Airy Rooms benar-benar ingin melebarkan sayapnya sebagai layanan jasa sewa penginapan terbesar di Indonesia. Berdasarkan situs resmi dari Airy Rooms, sejak di bangun hingga tahun 2020 awal, Airy Rooms memiliki 2000 mitra hotel dan mengelola 30.000 kamar hotel yang tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia (AiryRoomss, 2020).

Namun, nasib baik itu tak bertahan lama sejak adanya pandemi di Indonesia. Adanya larangan dari pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas seperti traveler atau berwisata, membuat sektor pariwisata di Indonesia sepi pengunjung. Di tutupnya hampir semua wisata di Indonesia dan adanya penutupan bandara, membuat turis asing tidak bisa masuk ke Indonesia (Aditya, 2020). Hal tersebut membuat perusahaan Airy Rooms harus mengalami masa-masa berat. Lebih lanjutnya, adanya penurunan penjualan yang sangat signifikan dan banyaknya permintaan refund biaya batal pesan, situasi tersebut membuat perusahaan Airy Rooms mengalami banyak sekali penurunan omset (KumparanTech, 2020). Meski berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak perusahaan Airy Rooms, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil melihat kondisi pandemi yang semakin membuat ekonomi dan kondisi pasar di Indonesia tumbang. Tak kuat bertahan, akhirnya PT Airy Nest Indonesia atau yang dikenal dengan Airy Rooms mengumumkan bahwa sejak tanggal 31 Mei 2020, perusahaannya akan menghentikan seluruh kegiatan operasional (KumparanTech, 2020). Akibatnya, semua kerjasama dengan mitra hotel dihentikan dan dengan terpaksa Air Rooms harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) skala besar (Kuswaraharja, 2020).

Airbnb dan Airy Rooms, hanyalah salah satu dari sekian banyak layanan penyedia jasa sewa penginapan yang harus mengalami pailit karena adanya pandemi COVID-19. Namun, bukan hanya pada bisnis pariwisata saja yang terkena dampak, bisnis dalam sektor yang lain juga mengalami krisis karena adanya pandemi ini. Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh mereka yang terdampak karena pandemi, namun hanya ada dua hal yang akan terjadi, bertahan atau mengalami kejatuhan. Airbnb dan Airy Rooms adalah beberapa contoh bisnis yang mencoba bertahan dengan adanya pandemi. Mencoba berbagai upaya untuk dapat bertahan ditengah ekonomi yang tumbang.

 

Daftar Pustaka

Mutiah, D. (2020 Maret 23). Sektor pariwisata tumbang akibat corona Covid-19, Menparekraf masih siapkan solusi. Liputan6.com. Diakses dari https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4209455/sektor-pariwisata-nyaris-tumbang-akibat-corona-covid-19-menparekraf-masih-siapkan-solusi, 30 Juni 2020.

Kuswaraharja, D. (2020 Mei 15). Airy Roomss tutup, ratusan karyawan terkena PHK. DetikTravel.com. Diakses dari https://travel.detik.com/travel-news/d-5015957/airy-Roomss-tutup-ratusan-karyawan-terkena-phk, 30 Juni 2020.

Aditya, N, R. (2020 April 07). 1174 hotel di Indonesia tutup karena pandemi virus corona , pegawai hotel kini cuti tak di gaji. Kompas.com. Diakses dari https://travel.kompas.com/read/2020/04/07/180700727/1174-hotel-di-indonesia-tutup-karena-pandemi-virus-corona-pegawai-hotel-kini?page=all, 30 Juni 2020.

Safitri, K. (2020 Maret 08). Mengukur dampak wabah virus corona ke bisnis hotel. Kompas.com. Diakses dari https://money.kompas.com/read/2020/03/08/110805326/mengukur-dampak-wabah-virus-corona-ke-bisnis-hotel, 30 Juni 2020.

Purnamasari, D, M. (2020 Maret 27). Imbauan pemerintah atasi COVID-19: Physical Distancing hingga tak mudik. Nasional Kompas.com. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2020/03/27/08404881/imbauan-pemerintah-atasi-covid-19-physical-distancing-hingga-tak-mudik?page=all, 30 Juni 2020.

 

Kristo, F, Y. (2017 November 23). Diminta di blokir, ini sejarah Airbnb yang mengusik hotel. Detiknet.com. Diakses dari https://inet.detik.com/cyberlife/d-3738974/diminta-diblokir-ini-sejarah-airbnb-yang-mengusik-hotel, 30 Juni 2020.

Yusra, Y. (2016 Juni 13). Gandeng Airy Roomss, Traveloka sediakan pencarian budget hotel. Dailysocial.id.  Diakses dari https://dailysocial.id/post/gandeng-airyRoomss-traveloka-sediakan-pencarian-budget-hotel, 30 Juni 2020.

Anestia, C. (2016 Agustus 08). Valuasi Airbnb meroket hingga Rp 390 triliun. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/tekno/read/2571965/valuasi-airbnb-meroket-hingga-rp-390-triliun, 30 Juni 2020.

Istimewa. (2018 Juni 16). Kantor keren Airbnb, startup yang bikin hotel ketar ketir. Detikinet.com. diakses dari https://inet.detik.com/fotoinet/d-4070831/kantor-keren-airbnb-startup-yang-bikin-hotel-ketar-ketir, 30 Juni 2020.

Augesti, A. (2019 November 03). Pesta hallowen berujung maut di hotel Airbnb California, 5 orang tewas. Liputan6.com. diakses dari https://www.liputan6.com/global/read/4101857/pesta-halloween-berujung-maut-di-hotel-airbnb-california-5-orang-tewas, 30 Juni 2020.

Firdaus, A, M. (2020 Januari 31). Per 31 Januari , 213 orang meninggal oleh virus corona. Ayobekasi.net. Diakses dari http://www.ayobekasi.net/read/2020/01/31/4997/per-31-januari-213-orang-meninggal-oleh-virus-corona, 30 Juni 2020.

Nugroho, A, C. (2020 Maret 12). Trump tutup perjalanan dari Eropa 30 hari ke depan. Kabar24.com. Diakses dari https://kabar24.bisnis.com/read/20200312/19/1212311/trump-tutup-perjalanan-dari-eropa-30-hari-ke-depan, 30 Juni 2020.

Fadila, A. (2020 Maret 31). Akibat wabah virus corona, Airbnb ganti kerugian penyewaan rumah. Internationalkontan.co.id. Diakses dari https://internasional.kontan.co.id/news/akibat-wabah-virus-corona-airbnb-ganti-kerugian-penyewaan-rumah, 30 Juni 2020.

Intan, P. (2020). Airbnb PHK 1900 karyawan demi pertahankan bisnis di tengah corona. DetikTravel.com. Diakses dari https://travel.detik.com/travel-news/d-5004775/airbnb-phk-1900-karyawan-demi-pertahankan-bisnis-di-tengah-corona, 30 Juni 2020.

KumparanTech. (2020 Mei 07). Startup Airy menyerah akibat pandemi corona, semua mitra hotel di tutup. Kumparan.com. Diakses dari https://kumparan.com/kumparantech/startup-airy-menyerah-akibat-pandemi-corona-semua-mitra-hotel-ditutup-1tMzNYObX47/full, 30 Juni 2020.

Advertorial. (2017 Oktober 16). Dengan Airy, kini bisa pesan tiket pesawat dengan harga terbaik. DetikNews.com. Diakses dari https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-3683260/dengan-airy-kini-bisa-pesan-tiket-pesawat-dengan-harga-terbaik, 30 Juni 2020.

Tessar, N. (2019). Rahasia sukses jadi pelaku industry pariwisata. Liputan6.com. Diakses dari https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3815787/rahasia-sukses-jadi-pelaku-industri-pariwisata, 30 Juni 2020.

www.airyRoomss.com

 

Mengulas 8 Sifat untuk Sukses Menurut Buku ‘8 to be Great’

Sebuah mitos menceritakan bahwa kesuksesan itu diwariskan dari orang tua ke anak-anak mereka, tetapi penelitian yang dilakukan oleh Richard St. John, penulis buku 8 to be Great (Call no. 158.1 JOH d) menujukan bahwa cerita itu tidak benar.
“Aku telah mewawancarai banyak anak dari orang-orang sukses tetapi hal itu bukan karena sukses bersifat genetis. Akan tetapi karena mereka mengamati orang tua, meniru orang tua, dan secara perlahan mengembangkan delapan sifat sukses dalam diri mereka sendiri.” Kata Richard seperti dikutip dalam buku To Be Great. Richard menyimpulkan delapan kunci sukses seseorang.

 

Passion: Mengerjakan apa yang kita cintai adalah hal yang penting. Dengan mencintai apa yang kita kerjakan, kita dapat membuat sebuah perubahan besar dalam hidup.

Work: Sifat kedua adalah bekerja keras. Dengan kerja keras kita akan menjadi berbeda dengan orang yang bekerja secara biasa. Kerja keras akan memberikan hasil yang sesuai nantinya dengan usaha yang sudah kita lakukan.

Focus: Dengan fokus, kita sedang mengasah kemampuan kita sehingga menjadi ahli dalam bidang yang sedang kita kerjakan.

Push: Memotivasi diri sendiri dari rasa takut, rasa ragu dan rasa malu menjadi hal yang penting menurut Richard dalam hal menjadi sukses.

Ideas: Memiliki ide menjadi hal yang penting untuk menjadi sukses. Dengan memilik ide, kita akan dapat melangkah lebih jauh dalam kehidupan ini.

Improve: Sifat selanjutnya adalah melakukan pengembangan diri. Orang yang selalu mengembangkan diri dengan melakukan evaluasi guna memperbaiki diri dan kinerjanya pada suatu bidang akan membuat dirinya dan kinerjanya lebih baik lagi kedepannya

Serve: Sifat ketujuh yang Richard ungkapkan adalah sifat melayani orang lain. Orang sukses itu tidak sukses untuk dirinya sendiri saja, tapi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Persist: Sifat terakhir adalah tekun. Mereka yang tekun sekalipun menghadapi kegagalan, atau kemalangan, pada akhirnya mereka akan berakhir dengan sebuah kesuksesan besar.

Inspiring Story: Dahlan Iskan

Berdasarkan buku “Spirit Hidup Dahlan Iskan: Tak Ada Kata Menyerah” (Call No. 923.2598 SOE s) karya M. Soedarsono, diceritakan kisah hidup Dahlan Iskan yang bisa menginspirasi kita semua.

Menceritakan kisah hidup Dahlan Iskan yang panjang dan penuh dengan jalan berliku, penuh ketidakpastian, hingga tantangan demi tantangan hidup yang harus diselesaikan. Benar-benar seperti peribahasa, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Dahlan Iskan adalah potret hidup dari perjuangan anak manusia untuk meraih kehidupan lebih baik.

 

Review Film “Tilik”: Kearifan Lokal yang Menghilang dan Budaya Gibah

Oleh: Yohanes Yus Kristian (Mahasiswa PSY UC)

Film ““Tilik”” menjadi film pendek yang banyak di tonton dan ramai menjadi perbincangan pada tahun 2018. Bahkan film yang memiliki durasi selama 30 menit ini sempat memenangkan ajang kategori film pendek pada Piala Maya 2018. Tidak hanya itu, apresiasi yang lebih membanggakan lagi mengenai film “Tilik” ini adalah menjadi Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival tahun 2018 dan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019. Jika melihat prestasi yang didapatkan, menurut beberapa orang film pendek ini memang layak dengan semua pencapaian itu. Sebab, kisah dan pembelajaran dibalik film pendek ini memang menarik banyak perhatian masyarakat, terutama untuk bangsa Indonesia sendiri.

Film “Tilik” ini mengisahkan tentang sebuah budaya yang menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, yaitu menjenguk atau menengok orang yang sedang sakit. Ya, sudah sejak sekian lama budaya menjenguk yang dimiliki masyarakat Indonesia ini menjadi sesuatu yang sudah mendarah daging. Bahkan, bisa dibilang budaya menjenguk ini sudah menjadi suatu kearifan lokal bagi masyarakat Indonesia. Budaya menjenguk ini sampai sekarang masih banyak diterapkan di daerah-daerah pedesaan, terutama pulau Jawa. Biasanya jika ada warga dari salah satu desa yang sakit, orang-orang di daerah tersebut biasanya langsung berbondong-bondong untuk pergi menjenguk. Semakin besar strata atau semakin berpengaruh seseorang yang sedang sakit, maka semakin besar juga jumlah orang yang akan datang untuk menjenguk. Sedangkan untuk daerah perkotaan yang sudah mulai maju saat ini, budaya tersebut sudah mulai tergerus dan sudah tidak banyak lagi dilakukan oleh orang-orang di perkotaan. Selain semua itu, film berdurasi singkat ini tidak hanya ingin mengenalkan tentang budaya menjenguk saja atau mengangkat isu tentang budaya menjenguk, tapi ada budaya lain yang menjadi daya tarik dari film ini, yaitu budaya Gibah.

Budaya gibah saat ini memang sedang trend, sehingga hal ini menjadi salah satu isu yang diangkat dalam film “Tilik”. Gibah sendiri adalah sebuah kebiasaan membicarakan kebaikan maupun keburukan orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Di dalam film “Tilik” ini sendiri, budaya Gibah coba di jelaskan dari sosok perempuan bernama Bu Tejo. Dalam film tersebut, Bu Tejo ini digambarkan sebagai seorang perempuan yang suka nyinyir (tukang gosip). Diceritakan  lagi dalam film itu, selama perjalanan untuk menjenguk, Bu Tejo banyak  sekali nyinyir tentang seorang perempuan dari desanya yang bernama Dian, kembang desa. Hal yang di gunjingkan oleh Bu Tejo selama perjalanan mengenai sosok Dian ini selalu hal-hal yang negatif. Hingga akhirnya ada seorang Ibu lain yang berusaha untuk mengubah pandangan negatif Bu Tejo mengenai Dian. Meski akhirnya memang sosok Dian ini sesuai dengan yang digunjingkan oleh Bu Tejo, tapi yang menjadi fokus dari film ini bukan tentang hasil akhirnya, tapi  adalah budaya gibah yang biasa dilakukan oleh semua orang.

Berbicara mengenai gibah, sebenarnya kenapa sih kita sebagai manusia sangat mudah sekali atau sangat suka sekali gibah? Dalam pandangan psikologi, membicarakan tentang orang lain sudah menjadi sifat dasar manusia sejak jaman dulu. Jadi sebenarnya ini bukan fenomena yang baru saja terjadi. Gibah sejak dulu bisa di definisikan sebagai sesuatu hal yang positif atau negatif. Jika dipandang secara negatif, gibah ini bisa menjadi salah satu bentuk pertahanan diri seseorang terhadap sesuatu hal. Ya, misalnya saja ada kabar tidak baik tentang seseorang, maka seseorang tersebut akan mulai mencari kambing hitam untuk mengalihkan perhatian terhadap dirinya. Nah, salah satu caranya adalah dengan menyebarkan gosip yang tidak benar tentang orang lain. Sedangkan, jika dilihat dari sisi positifnya, gibah bisa memberikan kita berbagai informasi, baik itu informasi yang penting untuk kita atau informasi yang tidak penting. Untuk saat ini, mendapat berbagai informasi sangatlah penting sebab manusia hidup berkelompok, sehingga untuk bisa melakukan interaksi sosial kita terkadang butuh banyak informasi.

Di samping semua itu, agaknya terlalu sederhana jika pesan dalam film hanya ingin menunjukkan tentang budaya menjenguk dan budaya gibah. Namun, jika di telaah lebih dalam, film ini mampu menyiratkan berbagai hal:

  1. Hilangnya kebersamaan antar masyarakat

Indonesia sejak dulu selalu di kenal sebagai negara dengan masyarakat yang ramah dan penuh dengan kebersamaan antar masyarakatnya. Namun, semakin berkembangnya zaman dan teknologi, hal itu mulai menggerus budaya yang sempat menjadi kearifan lokal bangsa Indonesia. Munculnya film “Tilik” ini seakan menegur setiap orang  apakah masyarakat Indonesia saat ini  masih memiliki nilai tersebut, nilai kebersamaan. Sebab, hal-hal seperti menjenguk yang coba di tampilkan oleh film “Tilik” ini nampaknya sudah mulai jarang dilakukan, jarang juga di temukan, terutama di wilayah perkotaan. Dengan adanya isu ini, harusnya bisa menjadi sorotan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar tetap memiliki nilai kebersamaan.

  1. Perubahan zaman ke era digital

Makna lain yang coba ditunjukkan dalam film ini adalah bahwa zaman sudah mulai berubah menuju modernisasi. Ya, meski tidak di tunjukan secara gamblang mengenai perubahan zaman, namun ada beberapa kali percakapan antar tokoh menyingung tentang kecanggihan teknologi yang ada saat ini untuk dapat mengumpulkan berbagai informasi. Isu yang coba diangkat dari adegan itu adalah bahwa saat ini, masyarakat sudah harus mulai menggunakan teknologi dan mengikuti perubahan yang terjadi. Fungsinya adalah agar masyarakat bisa melakukan modernisasi terhadap dirinya dan tidak tertinggal dengan perkembangan yang ada. Pesan singkat yang sangat baik ini sepertinya diharapkan dapat ditangkap oleh masyarakat yang menutup dirinya dari perubahan dan perkembangan zaman.

  1. Berita Hoaks

Nah, isu selanjutnya yang dibahas dalam film ini adalah isu tentang kabar hoaks. Ya, isu ini nampaknya sengaja diangkat mengingat di era modern saat ini kabar hoaks mudah sekali tersebar. Hal itu disebabkan karena berkembangnya dunia teknologi dan mudahnya untuk mengakses internet. Kabar hoaks dalam film ini digambarkan dari percakapan dan perdebatan antara ibu-ibu pendukung Bu Tejo yang merasa memiliki banyak informasi dan Yu Ning yang selalu berusaha agar ibu-ibu tidak segera percaya sebelum ada buktinya. Meskipun pada akhirnya perkataan dari Bu Tejo memang benar, tapi bukan berarti ketika ada informasi disampaikan langsung asal percaya. Jadi pesan yang disampaikan melalui kejadian itu adalah berusaha memberikan edukasi pada masyarakat, khususnya pada perempuan yang sudah menikah atau ibu-ibu agar tidak mudah percaya dengan berita atau kabar hoaks yang belum tahu kepastiannya. Karena kebanyakan orang diluar sana saat ini mudah sekali terhasut dengan yang namanya kabar hoaks, terutama penyebaran yang terjadi lewat media sosial atau grup-grup di media sosial.

Pada akhirnya, film ini mau menjelaskan kepada penonton dan masyarakat bahwa Indonesia memiliki kearifan lokal yang unik dan harus di jaga. Kunci untuk menjaga kearifan lokal bangsa Indonesia ini dapat dilakukan dengan menjadi pribadi yang lebih peduli lagi dengan sesama. Selain itu, film pendek “Tilik” ini juga mencoba memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hal-hal budaya gibah, menyebarkan berita hoaks dan tuntutan untuk mengikuti perkembangan zaman agar tidak mengalami ketertinggalan. Melihat banyaknya respon positif dari penonton dan prestasi yang sudah didapat, rasanya film “Tilik” ini layak untuk di tonton untuk kalian yang belum menonton film ini. Selain mudah sekali diakses, film ini juga akan memberikan banyak pelajaran yang bisa di ambil dari sana.