Es Krim Sehat Ala International Food Technology Universitas Ciputra

Es Krim Sehat Ala International Food Technology Universitas Ciputra

 

International Food Technology Universitas Ciputra (IFT UC)  hadir untuk menjawab kebutuhan dibidang teknologi pangan yang kian dibutuhkan. Secara keilmuan, teknologi pangan mempelajari tentang bagaimana menciptakan bahan pangan yang aman, sehat serta memiliki citarasa dan mutu maksimal. Akan dipelajari kandungan suatu bahan makanan sehingga dapat membantu untuk merekayasa kandungan gizi, manfaat, hingga metoda paling tepat dalam mengawetkan bahan makanan tersebut.

Pada hari Senin 13 Februari 2017, SMA Frateran Surabaya mendapat kunjungan dari tim International Food Technology Universitas Ciputra yang menjelaskan proses dibalik pembuatan es krim. Es krim yang kita konsumsi pada umumnya dibuat dari campuran bahan susu, gula, emulsifier, perasa, dan bahan lain yang menunjang. Namun dengan menguasai ilmu teknologi pangan, bahan pembuatan es krim dapat dimodifikasi sehingga memberikan manfaat yang beragam.

Muliasari Kartikawati, S.TP., M.Sc. sebagai salah satu staff pengajar Universitas Ciputra memberikan penjelasan bagi sekitar 80 siswa SMA Frateran Surabaya pagi itu. “Proses pembuatan es krim pada dasarnya melibatkan kandungan lemak, protein, udara, air dan bahan lainnya. Siswa diundang untuk maju dan dengan antusias turut mempraktekkan cara pembuatan es krim. Dengan mengerti bahan yang terkandung didalamnya kita bisa memodifikasi es krim ini dengan tujuan tertentu. Dengan menggantikan bahan bisa diperoleh harga yang lebih murah, hal ini bisa menekan harga produksi sehingga es krim dapat terjangkau oleh berbagai kalangan” Demikian penjelasannya.

Salah satu contoh es krim yang dibawa tim IFT UC bahkan cukup unik karena memiliki citarasa yang enak dan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Es krim Bekatul, yang terbuat dari campuran beras coklat dengan bekatul ternyata memiliki manfaat yang baik bagi tubuh kita. Bekatul yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ternyata dapat dijadikan bahan pangan yang bergizi tinggi. Selain itu proses pembuatannya juga tidak menggunakan susu, sehingga cocok bagi para vegetarian ataupun mereka yang memiliki alergi terhadap susu sapi.

Bekatul mengandung banyak komponen nilai gizi dan nutrisi bila telah diolah menjadi bubuk bekatul yang halus dan diproses secara higienis. Bekatul memiliki kandungan seperti karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15), inositol, fitat, asam ferulat, gama orizanol, fitosterol,tokorienol, asam amino, asam lemak tak jenuh, dan serat. Ini adalah salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh IFT UC dimana kita akan belajar mengenai unsur yang terkandung dalam suatu bahan pangan agar hasil olahan lebih bergizi, lebih tahan lama, lebih efisien sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *