Desain yang Fashionable dan Ramah Lingkungan di Geber Mahasiswa UC di CWS

Desain yang Fashionable dan Ramah Lingkungan di Geber Mahasiswa UC di CWS

(Surabaya-17/06/2017) Program Fashion Design and Bussines (FDB) menggelar Pameran Karya yang merupakan Tugas Akhir (TA) di Ciputra World Surabaya pada Kamis – Minggu, 15 – 18 Juni 2017 Pukul 10:00 – 22:00 WIB. Ground Floor (Depan Furla dan Salvatore Ferragamo) tidak kurang dari 27 mahasiswa mendisply karyanya pada booth yang sudah disediakan.

Konsep pameran karya ini punya tujuan untuk melihat respon masyarakat secara langsung terhadap karya yang didesain oleh mahasiswa. Janet Teowarang, Koordinator Program Fashion Design and Business menyatakan bahwa market acceptance adalah salah satu poin penting yang tidak boleh dilupakan oleh setiap designer. Wanita cantik yang akrab dipanggil Janet ini juga menyampaikan bahwa menciptakan produk kreatif yang diterima oleh masyarakat itu tidak mudah.

Pada pameran karya ke-2 ini, Program FDB mengangkat tiga katergori karya yaitu Ready to wear, Culture Wear, dan Experimental. Sepuluh dari 27 mahasiswa mengambil kategori Experimental yang mencakup eco printing, zero waste pattern, detachable bag.

Eco Printing dapat dilihat pada Brand MAETALA karya Fera Catherine Angelina dengan jenis produk resort woman’s wear yang diminati di pasar internasional hari-hari ini. Produk dengan Sistem Eco Printing ini ramah lingkungan sebagai generasi millenial. Lain dengan Fera, Rowinda Tjahjadi Joesoef memilih bereksperimen dengan system Zero Waste Pattern pada Brand CHICORY karyanya dengan jenis produknya RTW Woman’s Wear. Sistem ini selain mengurangi sampah dan limbah kain sisa hasil produksi pakaian, produk ini juga sedang nge-trend.
Jenis produk handbag dengan Brand Cle Lio karya Erlina Imanuel mendapat perhatian pengunjung mall sejak pameran dibuka. Desain tas yang mengedepankan sisi kegunaan dan pilihan material bahan ini berhasil mencuri perhatian pengunjung.
Desain dan konsep menarik disajikan oleh Michelle Wijoyo Brand Baby M dengan produk Children’s Wear. Michelle ingin mengenalkan kembali cerita rakyat Timun Mas yang melegenda kepada anak-anak Indonesia melalui karyanya. Konsep baju pesta anak berbahan yang syarat dengan budaya ini juga mendapatkan perhatian pengunjung.

“Kami mengutamakan kualitas dan konsep yang matang sehingga hasil karya yang dihasilkan juga merupakan hasil karya yang presentable, layak berkompetensi di ajang nasional maupun internasional dengan karya mahasiswa di universitas lainnya maupun pelaku industri kreatif muda di industri fashion”, papar Janet.