Citizen Journalism: Nyawang Suroboyoku

Citizen Journalism: Nyawang Suroboyoku

Dalam rangka memperingati HUT Surabaya, UC Library bekerjasama dengan Program Studi Marketing Communication (MCM) UC mengadakan kegiatan seminar dan workshop yang berlangsung pada Jumat (7/4) lalu bertempat di ruang Theatre lt.7 UC. Acara yang dipandu oleh Ibu Monika Teguh (Dosen MCM) ini mengangkat tema Citizen Journalism: Nyawang Suroboyoku menunjuk Ibu Gabriela Swastika (Dosen MCM) sebagai pembicara dan  juga mengundang seorang Jurnalis yang sudah sangat berpengalaman dalam dunia penulisan buku, Bapak Dhahana Adi Pungkas atau biasa dipanggil Mas Ipung.

Acara yang dimulai pkl. 13.00 wib ini dibagi dalam 2 sesi dan sesi 1 dipimpin oleh Ibu Gabriela Swastika yang membawaka tema: Citizen Journalism. Di dalam sesi ini dijelaskan bahwa berita yang baik harus memenuhi syarat yaitu: actual, kedekatan/relevan, keunggulan, keterkemukaan, konflik, berkaitan dengan kisah manusia. Dalam menulis sebuah berita juga harus menggunakan 5W (what, why, where, when, who) + 1H (how) + what  is next.

Dijelaskan pula dalam sesi ini bagimana tips menapak “Karir” sebagai citizen journalism yaitu:

  1. Mulai dari komentar
  2. Dari kalimat, beranjak merangkai paragraf
  3. Memulai tulisan pertama di blog bersama
  4. Percaya diri membangun blog pribadi
  5. Fokus pada satu isu
  6. Membingkai realitas
  7. Berkontribusi di media mainstream.

Tiba giliran Mas Ipung yang unjuk gigi mensharringkan pengalamannya di sesi berikutnya. Mengangkat tema “Mengkomunikasikan Sejarah Lokal Melalui Surabaya Punya Cerita”, sebagi pengantar beliau memperkenalkan asal mula kota Surabaya, yang ternyata nama Surabaya pada jaman dahulu dikenal sebagai Si Shui (yang diartikan sebagai kota yang memiliki banyak sungai), Liverpool Van Java, Hoedjoeng Galoeh, dan Churabhaya.

Di sesi ini peserta belajar bahwa untuk bisa membuat sebuah tulisan tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan sebuah informasi atau beritanya, tetapi di lingkungan sekitarpun juga bisa diambil sebagai sumber sebuah informasi atau berita. “Sejarah merupakan ilmu tentang manusia, waktu dan memiliki makna serta terperinci, menulis sejarah merupakan menulis dengan menghubungkan antara masa sekarang dan masa lalu.” Imbuhnya. Tantangan dalam menulis sejarah lokal adalah sumber lokal itu sendiri yang diperlukan pengkajian dan penelitian yang dalam oleh kita penulis, atau para sejarawan.