Strategi Fakultas Kedokteran Mempersiapkan Dokter Dengan Kompetensi & Karakter Unggul

Strategi Fakultas Kedokteran Mempersiapkan Dokter Dengan Kompetensi & Karakter Unggul

Bertempat di Theater Universitas Ciputra pagi itu (20/1) Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra mengadakan seminar dengan judul Strategi Fakultas Kedokteran Mempersiapkan Dokter Dengan Kompetensi & Karakter Unggul. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. N. Margarita Rehatta, dr., Sp. AnKIC., KNA. dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) divisi pendidikan & Dr. Rahajoe Imam Santosa yang merupakan Associate  Professor International Islamic University Malaysia.

Prof Rita juga adalah ketua dari MERSDU (Medical Education, Research, And Staff Development Unit) Universitas Airlangga. Unit ini punya peran sangat penting dalam penyusunan kurikulum  dan metode pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Universitas Airlangga telah ditunjuk oleh Kementrian Dikti sebagai universitas pengampu Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, sehingga dari pengalaman yang sudah dimiliki dapat diterapkan berbagai strategi untuk bersama sama membangun kualitas pendidikan di Universitas Ciputra.

“Proses pengurusan Fakultas Kedokteran ini memang sangat rumit jadi tidak kaget kalau Universitas Ciputra harus memerlukan waktu yang lama dalam pengajuannya. Namun dengan memiliki ijin operasional berarti UC telah memenuhi syarat dan kualifikasi yang diberikan oleh pemerintah. Ini adalah salah satu proses screening untuk menjaga mutu pendidikan di Indonesia” Demikian tutur Prof Rita.

Proses penjaminan mutu juga dijalankan secara terus menerus agar kualitas tetap terjaga dan memenuhi harapan stakeholer yang ada. Nantinya secara periodik akan ada tim yang mensurvei untuk melihat pengembangan kualitas yang ada dan menjadi bahan pertimbangan untuk proses akreditasi selanjutnya.

Pembicara kedua adalah Dr. Rahajoe Imam Santosa, yang dalam presentasinya menjelaskan tentang sistem kurikulum di dunia kedokteran. Sistem kurikulum dulu berbeda dengan yang sekarang, ini merupakan suatu pengembangan agar ilmu di dunia kedokteran dapat lebih baik dipelajari oleh mahasiswa.

Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sudah menerapkan sistem blok, Ibaratnya SKS dipaketkan per semester. Dalam semester pada umumnya memiliki empat blok dan satu blok dilaksanakan dalam durasi 2 – 7 minggu. Blok adalah kumpulan mata kuliah yang di kelompokkan per sistem organ untuk memudahkan pembelajaran. Misalnya blok cardiovaskuler, berisi tentang anatomi-fisio jantung, patologi jantung, mengenalkan beberapa klinis jantung termasuk cara penanganan, pemeriksaan penunjang, penyebab-penyebabnya, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan jantung.

Setelah narasumber berpresentasi dibuka sesi dialog interaktif,

Bapak Julianto selaku orangtua camaba bertanya “Saya setuju bahwa mahasiswa harus dididik tidak secara teori tapi juga diajar memiliki empati dan kepekaan sosial, namun bagaimana Konsul Kedokteran Indonesia dan Universitas Ciputra menerapkannya?

Prof Rita menjawab, KKI menangkap bahwa profesionalisme dan komunikasi sangat penting dimiliki sehingga memasukkannya sebagai poin nomor 1 dalam standar pengajaran pendidikan di Indonesia. Selain itu KKI juga menganjurkan, dalam pelajaran kedokteran kita turun langsung ke lapangan, sehingga dokter memiliki hati untuk melayani masyarakat.

Paparan Prof Rita kemudian ditanggapi oleh Bapak Johan Hasan, S.Kom., M.Phil. selaku Dekan Fakultas Entrepreneurship & Humaniora. Beliaumenjelaskan bahwa mahasiswa Universitas Ciputra tidak hanya dididik secara skill namun juga menjadi manusia secara utuh. Mata kuliah umum seperti Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Religi diberikan karena merupakan hal yang sangat penting & fundamental. Selain itu Universitas Ciputra juga menerapkan mata kuliah innovator sosial dimana mahasiswa semester 1 akan dilibatkan dalam kegiatan social venture untuk meningkatkan empati mahasiswa dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara nyata

 

1  2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *